Showing posts with label World bank. Show all posts
Showing posts with label World bank. Show all posts

Sunday, February 16, 2014

Sosok Sri Mulyani Indrawati Managing Director World Bank

Namanya menjadi sorotan tatkala dirinya mundur sebagai
Menteri Keuangan Kabinet Indonesia II. Wanita lulusan University Of
Illinois ini memilih bergabung dengan Bank Dunia memegang jabatan yang
sangat prestisius, Managing Director, atau hanya satu tingkat di bawah
Presiden Bank Dunia Robert Bruce Zoellick.
Sri Mulyani Indrawati dikenal cerdas, tegas dan berintegitas.
Bakatnya sebagai ekonom tangguh sudah terlihat kala dirinya sering
menjadi narasumber ekonomi oleh media, pada masa pemerintahan Soeharto.
Banyak pemikiran kritis yang dilontarkan Sri Mulyani terhadap kebijakan
ekonomi Soeharto waktu itu. Sejumlah kalangan yakin bahwa kelak Sri
Mulyani akan menjadi sosok penting bagi Indonesia.
Sri Mulyani Indrawati yang akrab dipanggil Mbak Ani, lahir dari
kalangan terpelajar pasangan Prof. Satmoko (alm) dan Prof. Dr. Retno
Sriningsih Satmoko (alm). Pasangan ini memiliki sepuluh anak, semuanya
telah menjadi orang hebat. Empat orang menjadi dokter, empat insinyur,
dan dua orang ekonom termasuk Ani. Ani sendiri adalah anak ketujuh.
Dengan bimbingan orangtua yang mengutamakan pendidikan anak-anaknya,
lulusan SMA Negeri 3 Semarang ini berhasil
masuk ke Universitas Indonesia pada tahun 1980 mengambil jurusan
ekonomi.
Setelah bergelar Sarjana Ekonomi, Ani lalu mendapatkan beasiswa untuk
studi di Amerika Serikat. Dia diterima di University Of Illinois Urbana
Champagne sebagai mahasiswi program master (S-2) bidang kebijakan
ekonomi publik selama tiga tahun. Selesai program master, Ani meneruskan
program doktoral (S-3) di universitas yang sama dan meraih gelar Ph.D.
Ekonomi. Total Ani menempuh pendidikan selama kurun waktu lima tahun di
Amerika (1988 s/d 1992).
Sepulangnya dari Amerika, Ani kembali sibuk dengan sejumlah pekerjaan
di bidang penelitian dan pengembangan ekonomi di kampusnya, Universitas
Indonesia, serta menjadi anggota ahli ekonomi sejumlah tim yang
dibentuk beberapa Kementerian.
Karena kiprahnya, nama Ani disebut-sebut bakal duduk dalam kabinet.
Namun sampai tiga pemerintahan berganti sejak Soeharto tumbang, Ani
belum juga diberi kesempatan.
Dia lalu sempat kembali ke Amerika dan menjadi konsultan USAID yang berkantor di Atlanta pada tahun 2001
selama satu tahun. Kemudian, dia terpilih menjadi Executive Director
Dana Moneter Internasional (IMF) mewakili 12
negara Asia Tenggara (South East Asia/SEA
Group).
Jabatan Executive Director IMF ini terkait
dengan menentukan berbagai program dan keputusan (action) yang harus
diambil IMF. Jadi ia tidak hanya mewakili
kepentingan Indonesia. Namun mewakili kepentingan negara-negara anggota
di lembaga IMF maupun forum internasional yang
relevan. Posisi ini memberinya kekuasaan penuh untuk bicara dan
menyuarakan pemikiran, pertimbangan, maupun keprihatinan negara-negara
di kawasan Asia Tenggara.
Dengan demikian ia juga mempunyai kewenangan untuk melihat dan
mengevaluasi, baik kondisi perekonomian Indonesia maupun cara operasi
dan prioritas program IMF di dunia. Serta
mempunyai banyak kesempatan untuk ikut memperbaiki orientasi program IMF di banyak negara maupun mengatasi dan ikut
menyelesaikan masalah global, terutama yang berhubungan dengan
arsitektur keuangan dunia, keuangan pemerintah, serta berbagai
perkembangan dan pembangunan institusi yang diperlukan negara yang ingin
bergabung dalam sistem global yang penuh resiko dan ketidakpastian
pasar.
Di Amerika ibu Dewinta Illinia, Adwin Haryo Indrawan, dan Luqman
Indra Pambudi dari perkawinan dengan Tonny Sumartono yang bekerja
sebagai Penasehat Yayasan Bhakti Astra ini, juga banyak memberikan
saran dan nasihat mengenai bagaimana mendesain program S-2 untuk
perkuatan universitas di daerah maupun program USAID
lainnya di Indonesia, terutama di bidang ekonomi. Di samping itu, ia
juga pernah mengajar tentang perekonomian Indonesia dan ekonomi makro di
Georgia University serta banyak melakukan riset dan menulis buku.
Seperti halnya di Indonesia, di Amerika ia juga sering mengikuti
seminar, tetapi lebih banyak masalah internasional daripada di
Indonesia. Sangat banyak yang mengundangnya untuk seminar, seperti dari USINDO, USAID, University
of California San Diego, IMF, World Bank Asia
Pacific Department, University of Columbia, antara lainnya.
Tiga tahun di Amerika, barulah pada pemerintahan Susilo Bambang
Yudhoyono, nama Ani masuk dalam bursa kabinet. Ketika itu sejumlah pihak
menyangsikan kredibilitas Ani karena latar belakang IMF-nya.
Tapi Ani menjawab tegas, bahwa kehadirannya di kabinet bukan sebagai
kepanjangan tangan IMF, tetapi amanah negara
yang diembankan kepadanya.
Jabatan menteri adalah jabatan fungsional sekaligus politik. Maka
ketika dia masuk kabinet sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan
Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada
Oktober 2004 menggantikan Kwik Kian Gie yang berasal dari Partai
Demokrasi Perjuangan (PDI-P), Ani menjadi satu
dari sedikit pejabat non partisan di Kabinet Indonesia Bersatu jilid
pertama.
Ani menjabat Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional kurang
lebih satu tahun, kemudian dalam perombakan kabinet pertama, Ani
dirotasi menjadi Menteri Keuangan sejak 5 Desember 2005. Posisi ini
adalah posisi yang penting dan strategis manakala ekonomi Indonesia
masih tengah berjuang dari himpitan krisis global.
Selama menjadi Menteri Keuangan Ani termasuk berhasil menjaga
stabilitas perekonomian yang berbasis penguatan mikro ekonomi. Setiap
tahun inflasi Indonesia jarang meleset dari prediksi awal Ani yang telah
membuat desain kebijakan yang tepat sasaran.
Sebuah pidato Ani di sidang tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Singapura juga cukup
menghentak peserta sidang. Dia mengkritik pola kerja kedua lembaga
tersebut. Baginya, kedua lembaga itu hanya bisa mengirimkan tim besar
dari Washington dengan kerja hanya mendiagnosis dan memberi resep dalam
waktu dua pekan.
Dia menginginkan kedua lembaga itu lebih bersikap sebagai rekan kerja
ketimbang tukang ceramah. Menariknya, kritik itu disampaikan oleh orang
berkantor di lantai 13 gedung markas pusat IMF
di 19th Street, N.W, Washington DC, dan dikenal cukup akrab dengan dua
lembaga tersebut. Tapi Sri Mulyani menolak tegas semua pandangan yang
menganggapnya perpanjangan tangan IMF.
Karena kredibilitas dan kapabilitasnya itu, Ani dianugrahi
penghargaan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia tahun 2006 oleh
Emerging Markets pada 18 September 2006. Ia juga terpilih sebagai wanita
paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008 dan
wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia
bulan Oktober 2007.
13 Juni 2008 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ani dipercaya
memegang jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Koordinator Perekonomian
menggantikan Boediono yang diangkat menjadi Gubernur BI. Sejak itu
hingga masa kerja kabinet Indonesia Bersatu habis, praktis Ani merangkap
jabatan.
Di masa Kabinet Indonesia bersatu jilid II, posisi Ani tak
tergoyahkan. Dia tetap menjabat Menteri Keuangan, sementara jabatan
Menteri Koordinator Perekonomian diberikan kepada Hatta Radjasa.
Di periode keduanya sebagai Menteri Keuangan, Ani membuat sejumlah
gebrakan. Salah satunya mereformasi Kementerian Keuangan (dulu disebut
Departemen). Dia menginginkan lembaga tersebut menjadi lembaga yang
akuntabel dan profesional. Ani juga yang membuat sistem punish and
reward
 sehingga akhirnya muncul kebijakan remunerasi di Kementerian
Keuangan terutama di lingkungan Direktorat Pajak dan Bea Cukai.
Remunerasi ini berupa tunjangan uang kepada pegawai yang berprestasi.
Namun apa daya, sederet prestasi gemilang Ani seolah terlupakan
ketika dirinya dibidik oleh DPR karena
dianggap bertanggung jawab dalam kasus penalangan dana ke Bank Century
yang terjadi pada periode 2008-2009.
Sejumlah kalangan memang tidak meragukan kapasitas dan integritas
Ani, namun posisinya sebagai Menteri Keuangan sekaligus Ketua Komite
Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) saat
pengucuran dana Century berlangsung, menyulitkan dirinya. Seperti
diketahui, opsi bailout Bank Century diputuskan dalam rapat KSSK yang dipimpin Ani.
Sepanjang Januari hingga Mei 2010, bersama wakil Presiden Boediono
praktis Ani menjadi sorotan media akibat kasus Century ini. Tapi Ani
bukan perempuan yang lembek, dia membuktikan integritasnya dengan tetap
mengikuti proses penyelidikan.
Pada awal Mei datanglah kabar mengejutkan. Ani ditunjuk oleh bank
Dunia menjadi Managing Director. Surat penunjukan ini dikirim secara
resmi oleh Presiden Bank dunia Robert Bruce Zoellick kepada Presiden SBY tertanggal 25 April 2010 dan diterima Presiden
pada 30 April 2010.
Sebelumnya Ani sempat memberikan keterangan kepada KPK
soal kasus Century di gedung Kementerian Keuangan. Sehari setelah
pemeriksaan itu, entah berasal dari sumber mana, bocorlah informasi Ani
akan bekerja di Bank Dunia. Tapi berita itu ternyata benar, karena Ani
mengkonfirmasinya pada 5 Mei 2010.
Ani resmi mengajukan surat pengunduran diri sebagai Menteri Keuangan
kepada Presiden pada tanggal 7 Mei 2010. Hari itu juga, pada malam
harinya Presiden SBY menggelar jumpa pers dan
menyatakan menerima pengunduran diri Ani.
“Respons saya adalah saya menyetujui setelah juga mendengarkan
permohonan dari Ibu Sri Mulyani Indrawati untuk menjabat sebagai
managing director di Bank Dunia. Dengan catatan, sebelum menempati
posisi yang baru, saya berharap Ibu Sri Mulyani merampungkan tugas-tugas
dan urusannya di dalam negeri,” tutur SBY
dalam pernyataan resminya di Kantor Presiden, Jakarta pada 7 Mei 2010.
Presiden SBY juga mengatakan, Indonesia
telah kehilangan salah seorang menteri terbaiknya. “Kita mengetahui,
bahwa selaku menkeu, Ibu Sri Mulyani telah bekerja keras untuk
mengembangkan kebijakan fiskal yang tepat,” tutur presiden sembari
menyatakan akan segera menetapkan pengganti Ani sebelum 1 Juni 2010.
Sri Mulyani bakal berkantor di Washington DC, AS. markas Bank Dunia
pada 1 Juni mendatang. Posisi Ani menggantikan Juan Jose Dubaob yang
telah menyelesaikan masa tugasnya.
Dia akan berfungsi sebagai penasihat utama Presiden Bank Dunia Robert
Bruce Zoellick, dan akan bertanggung jawab atas tiga wilayah Bank Dunia:
Amerika Latin dan Karibia, Timur Tengah dan Afrika Utara, Asia Timur
dan Pasifik, serta mengawasi Information Systems Group.
Dua Direksi lainnya adalah Graeme Wheeler dari Selandia Baru dan Ngozi
Okonjo-Iweala dari Nigeria.
Di Bank Dunia, Managing Director merupakan jabatan tertinggi kedua
setelah presiden yang kini diduduki Robert Bruce Zoellick, mantan wakil
menlu AS. Zoellick bertugas sejak 1 Juli 2007 menggantikan Paul D.
Wolfowitz.
Akhirnya, dengan posisinya itu maka menjadikan Ani sebagai orang
Indonesia pertama yang menjabat Managing Director di Bank Dunia.
Biografi singkat,
Nama:
Dr. Sri Mulyani Indrawati
Lahir:
Tanjung Karang, 26 Agustus 1962
Jabatan utama :
- Menteri Keuangan Desember 2009-Mei 2010
- Plt menko Perekonomian KIB, Juni 2008-2009
- Menteri Keuangan KIB, Desember 2005-2009
- Menneg PPB/Kepala Bappenas, Oktober
2004-Desember 2005
- Executive Director IMF mewakili 12 negara
Asia Tenggara (2002-2004).
- Konsultan USAID di Atlanta, Georgia, Amerika
Serikat (2001-2002)
- Dewan Ekonomi Nasional (1999-2001)
Suami:
Tonny Sumartono
Anak:
Dewinta Illinia, Adwin Haryo Indrawan, dan Luqman Indra Pambudi
Pendidikan:
1981 – 1986 Universitas Indonesia Jakarta, Indonesia Sarjana Ekonomi
1988 – 1990 University of lllinois Urbana Champaign, USA.
M.Sc. of Public Policy Economics
1990 – 1992 University of lllinois Urbana-Champaign, USA.
Ph.D. of Economics
Spesialisasi Penelitian
• Ekonomi Makro
• Ekonomi Keuangan Negara/Publik
• Ekonomi Moneter dan Perbankan
• Ekonomi Tenaga Kerja

nama- nama pengisi jabatan di world bank

sedikit pengetahuan tentang world bank

Senior Management World Bank
WORLD BANK

President
Managing Director and Chief Operating Officer
Managing Director and World Bank Group Chief Financial Officer
President's Special Envoy on MDGs and Financial Development
Chief Economist and Senior Vice President
Senior Vice President and World Bank Group General Counsel
WBG Vice President & Special Envoy, Climate Change
Vice President, WBG Human Resources
Vice President, Change, Leadership and Innovation
Vice President and Corporate Secretary
Vice President, WBG External and Corporate Relations
Vice President, Global Practices
Keith Hansen
Vice President, Global Practices
Nena Stoiljkovic
Vice President, Budget, Performance Review and Strategic Planning
Pedro Alba
Acting Vice President and Network Head, Sustainable Development
Zoubida Allaoua
Vice President, Concessional Finance and Global Partnerships
Vice President, Middle East and North Africa
Vice President and Treasurer
Acting Vice President and World Bank Group Chief Risk Officer
Acting Vice President and Auditor-General, Internal Auditing
Mouhamadou Diagne
Vice President, Africa
Vice President and WBG Chief Information Officer, Information and Technology Solutions
Director General, Independent Evaluation Group
Caroline Heider
Vice President, South Asia
Acting Vice President and Network Head, Human Development
Elizabeth King
Vice President for Institutional Integrity
Vice President, Controller (CTR)
Vice President and Network Head, Operations Policy and Country Services
Acting Vice President and Network Head, Poverty Reduction and Economic Management
Ana Revenga
Acting Vice President and Head of Network, Financial and Private Sector Development (FPD)
Klaus Tilmes
Vice President, East Asia and Pacific
Vice President, Europe and Central Asia
Vice President, Latin America and the Caribbean
Vice President and WBG Chief Ethics Officer
Xian Zhu
Chairperson, Inspection Panel
INTERNATIONAL FINANCE CORPORATION

Executive Vice President and CEO
Vice President, Asia Pacific
Vice President, Treasury and Syndications
Vice President, Risk Management and Portfolio
Vice President Sub-Saharan Africa, Latin America, and the Caribbean
Vice President, Business Advisory Services
Vice President and General Counsel
Acting Vice President and Head of Network, Financial and Private Sector Development (FPD)
Klaus Tilmes
Vice President, Eastern and Southern Europe, Central Asia, Middle East and North Africa
CEO, IFC Asset Management Company
MULTILATERAL INVESTMENT GUARANTEE AGENCY

Executive Vice President
Vice President and Chief Operating Officer
Director and General Counsel, Legal Affairs and Claims Group
Director, MIGA Asia Hub
Director, Operations Group
Director and Chief Financial Officer, Finance and Risk Management Group
Director, Economics and Sustainability Group

sedikit pengetahuan tentang world bank



   Sejarah dan Perkembangan Bank Dunia
Bank Dunia didirikan bersama-sama dengan didirikannya IMF pada tahun 1944 di Britton Woods, New Hampshire, Amerika Serikat. Bank Dunia dibentuk oleh dua negara promotor dan pendukung utama, yaitu Amerika Serikat dan Inggris. Tujuan awal didirikannya adalah untuk mencegah berulangnya peristiwa Great Depression sebagaimana pernah terjadi pada sekitar tahun 1930 (Hutagalung, 2009).

Hal ini disebabkan perang dunia kedua yang melanda hampir seluruh belahan bumi sangat berpotensi meninggalkan puing-puing perekonomian yang luluh lantak di Eropa dan juga di sebagian besar negara-negara korban perang lainnya.

Entah karena pihak sekutu (yang saat itu sudah didukung oleh Amerika Serikat pascapengeboman Pearl Harbour oleh Jepang) merasa perang tidak akan berlangsung lama lagi *Pendapat pribadi * atau

karena alasan lain, tetapi yang jelas setahun setelah didirikannya Bank Dunia perang dunia kedua benar-benar berakhir.
Sesuai prediksi, negara-negara korban perang, terutama di Eropa, segera membutuhkan aliran dana segar untuk merekonstruksi perekonomian mereka pascaperang. Prancis tercatat sebagai negara pertama yang mendapatkan pinjaman dari Bank Dunia senilai 250 juta dolar AS.
Dalam perkembangannya, semakin sedikit negara yang mengalami peperangan, sehingga kebutuhan untuk rekonstruksi pascaperang pun semakin kecil. Pada saat itu, Bank Dunia di bawah kepemimpinan  Mc-Namara , menggeser fokusnya ke arah pembangunan infrastruktur, pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik, terutama di negara-negara dunia ketiga yang notabene tertinggal dari negara maju.

( sedikit history tentang world bank ) *



Penjelasan world bank

·      Pengertian Bank Dunia
          Bank Dunia (World Bank) merupakan sebuah lembaga keuangan internasional yang  menyediakan pinjaman kepada negara berkembang untuk program pemberian modal.
·         Tujuan Bank Dunia
Tujuan resmi dari Bank Dunia adalah pengurangan kemiskinan. Namun selain itu terdapat pula tujuan Bank Dunia yang lainnya, yaitu :
1.    Untuk membantu rekonstruksi dan pembangunan di daerah anggota dengan cara memfasilitasi investasi modal untuk tujuan produktif, termasuk pemulihan kembali ekonomi yang hancur atau rusak karena perang, perubahan kembali fasilitas-fasilitas produktif yang dibutuhkan untuk usaha damai dan dorongan pembangunan untuk fasiltas produktif dan sumber-sumber di negara-negara miskin.
2.    Untuk mendorong investasi swasta luar negeri lewat jaminan atau partisipasi dalam pemberian pinjaman dan investasi lainnya oleh investor swasta; dan ketika modal swasta tidak tersedia dalam syarat-syarat yang wajar, sebagai tambahan investasi swasta dengan menyediakan, berdasarkan persyaratan yang cocok, membiayai untuk tujuan-tujuan produktif di luar dari modal mereka sendiri, pengumpulan dan oleh sumber-sumber sendiri maupun sumber lainnya.
3.    Untuk mendorong keseimbangan perkembangan jangka panjang perdagangan internasional dan untuk mempertahankan keseimbangan saldo pembayaran dengan mendorong investasi internasional untuk kemajuan sumber-sumber produktif para anggota, dengan cara membantu menaikkan produktivitas, standar kehidupan dan keadaan buruh di daerah mereka.
4.    Untuk meyusun pinjaman-pinjaman yang dibuat atau dijamin olehnya dalam hubungannya dengan pinjaman internasional melalui sumber lainnya sehingga dapat lebih berguna dna proyek-proyek yang mendesak, besar ataupun kecil, dapat diatasi segera.
5.     Untuk menjalankan kegiatannya dengan dasar untuk mempengaruhi investasi internasional dalam persyaratan bisinis di dalam daerah anggota dan, dalam tahun tahun setelah perang, untuk membantu membuat masa transisi dari suasana perang ke keadaan ekonomi yang damai.
·      Peran Bank Dunia bagi Dunia Internasional
Sejak didirikan, Bank Dunia telah mengambil banyak peran bagi perkembangan dunia Internasional. Sebagaimana tujuan didirikannya, Bank Dunia telah membantu negara-negara korban perang, terutama di wilayah Eropa, untuk segera merekonstruksi infrastruktur dan perekonomiannya yang hancur pascaperang dunia kedua. Seteah proses rekonstruksi pascaperang selesai, Bank Dunia memulai peran baru sebagai lembaga pemberi pinjaman uang berbunga rendah untuk negara-negara berkembang yang membutuhkan.
Bank Dunia mendanai proyek-proyek di berbagai negara untuk mengembangkan beberapa hal, seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, pengentasan kemiskinan, hingga lingkungan hidup. Bank Dunia seringkali memberikan bantuan dalam bentuk dua hal sekaligus, dana pinjaman dan juga rekomendasi kebijakan, terutama terkait kebijakan keuangan atau yang berhubungan dengan proyek yang didanai.
Bagaikan pisau bermata dua, bantuan dari Bank Dunia dirasakan oleh negara-negara peminjam memberikan dua dampak sekaligus, di mana satu dan yang lainnya saling bertolak belakang. Di satu sisi, bantuan Bank Dunia seringkali merupakan penyelamat keuangan dan perekonomian negara peminjam. Namun di sisi lain, bantuan tersebut juga tidak jarang menimbulkan masalah baru yang kadang jauh lebih besar dari masalah yang telah diatasi.
Negara-negara peminjam biasanya merupakan negara berkembang yang notabene-nya tergolong “miskin”, apalagi jika dibandingkan dengan negara maju. Mereka membutuhkan suntikan modal untuk proyek-proyek di berbagai bidang, meskipun biasanya berujung pada satu harapan, yaitu menggerakkan dan menggeliatkan roda perekonomian. Dengan hal tersebut, mereka bisa mendongkrak keuangan dan pendapatan dalam negeri. Modal inilah yang seringkali tidak bisa mereka dapatkan kecuali melalui lembaga-lembaga keuangan internasional. Dalam konteks ini, Bank Dunia memberikan keuntungan bagi negara-negara peminjam karena biasanya pinjaman yang diberikan tergolong berbunga rendah.
Bergeraknya roda perekonomian merupakan sesuatu yang sangat penting bagi suatu negara. Dengan roda perekonomian yang terus bergerak positif, negara-negara dunia ketiga memiliki sedikit harapan untuk menyusul atau setidaknya menyamai perekonomian di negara-negara maju. Hal ini tentunya menjadi keinginan seluruh negara berkembang, sehingga tidak mengherankan jika kemudian Bank Dunia dan juga lembaga-lembaga keuangan internasional lainnya menjadi penyedia “jalan pintas” menuju terwujudnya harapan tersebut.
Jika dilihat secara global, bantuan-bantuan dana kepada masing-masing negara peminjam telah menjadi penyangga, sehingga perekonomian dunia menjadi lebih stabil dan terkendali. Hal ini tentunya juga sesuai dengan tujuan keberadaan dari Bank Dunia. Karena keruntuhan, atau setidaknya kemunduran ekonomi suatu negara (yang mungkin terjadi tanpa bantuan Bank Dunia) dapat berdampak bagi negara-negara lainnya, baik di tingkat regional ataupun multinasional.
·      Peran Bank Dunia Bagi Indonesia
Kebijakan politik pemerintahan Presiden Soekarno yang mendekat ke blok Uni Soviet menyulitkan Bank Dunia yang memiliki paham berseberangan untuk mengambil peran lebih banyak bagi Indonesia. Oleh karena itu, Bank Dunia baru mulai berperan sebagai lembaga pemberi pinjaman bagi Indonesia pada saat awal masa pemerintahan Presiden Soeharto, yaitu sekitar tahun 1968. Namun sebelum memberikan pinjaman, Bank Dunia “menjajaki” Indonesia dengan memberikan bantuan teknis untuk identifikasi kebijakan makroekonomi, kebijakan sektoral yang diperlukan, dan kebutuhan pendanaan yang kritis (Hutagalung, 2009).
Di masa-masa awal pemberian pinjaman, Indonesia masih dianggap sebagai negara yang memiliki nilai credit worthiness yang rendah. Oleh karena itu, pinjaman yang diberikan oleh Bank Dunia pada saat itu menggunakan skema IDA atau pinjaman tanpa bunga, kecuali administrative fee ¾ persen per tahun dan jangka waktu pembayaran 35 tahun dengan masa tenggang 10 tahun. Dana pinjaman pertama yang diberikan kepada Indonesia adalah sebesar 5 juta dolar AS pada September 1968 (Hutagalung, 2009).
Pada masa-masa awal tersebut, dana pinjaman dari Bank Dunia digunakan untuk pembangunan di bidang pertanian, perhubungan, perindustrian, tenaga listrik, dan pembangunan sosial. Pada tahun-tahun berikutnya, Indonesia berhasil menunjukkan performa ekonomi yang memuaskan, dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen per tahun, jauh lebih besar dari rata-rata pertumbuhan ekonomi negara peminjam yang lain. Oleh karena itu, sejak akhir dekade 70-an Indonesia sudah mulai dianggap sebagai negara yang lebih creditworthy untuk memperoleh pinjaman Bank Dunia yang konvensional atau dengan menggunakan skema IBRD. Berbeda dari periode sebelumnya, pada dekade 80-an, pinjaman uang Bank Dunia terlihat lebih terarah pada masalah deregulasi sektor keuangan, selain masih tetap digunakan bagi pengembangan sektor-sektor sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya.
·      Presiden Bank Dunia

1.        Eugene Meyer           (Juni 1946–Desember 1946)
2.        John J. McCloy         (Maret 1947–Juni 1949)
3.        Eugene R. Black, Sr.        (Juni 1949–Januari 1963)
4.        George D. Woods      (Januari 1963–Maret 1968)
5.        Robert S. McNamara (April 1968–Juni 1981)
6.        Alden W. Clausen     (Juli 1981–Juni 1986)
7.        Barber B. Conable     (Juli 1986–Agustus 1991)
8.        Lewis T. Preston        (September 1991–Mei 1995)
9.        James D. Wolfensohn      (Juni 1995–Mei 2005)
10.    Paul Wolfowitz           (Juni 2005–Mei 2007)
11.    Robert Zoellick           (Juni 2007–Juni 2012)
12.    Jim Yong Kim             (Juni 2012-...)


Kesimpulan
   Bank Dunia (World Bank) merupakan sebuah lembaga keuangan internasional yang  menyediakan pinjaman kepada negara berkembang untuk program pemberian modal.
   Tujuan dari Bank Dunia yaitu :
1.    Untuk membantu rekonstruksi dan pembangunan di daerah anggota
2.    Untuk mendorong investasi swasta luar negeri
3.    Untuk mendorong keseimbangan perkembangan jangka panjang perdagangan internasional dan untuk mempertahankan keseimbangan saldo pembayaran dengan mendorong investasi internasional untuk kemajuan sumber-sumber produktif para anggota, dengan cara membantu menaikkan produktivitas, standar kehidupan dan keadaan buruh di daerah mereka.
4.    Untuk meyusun pinjaman-pinjaman yang dibuat atau dijamin olehnya dalam hubungannya dengan pinjaman internasional melalui sumber lainnya sehingga dapat lebih berguna dna proyek-proyek yang mendesak, besar ataupun kecil, dapat diatasi segera.
5.    Untuk mempengaruhi investasi internasional dalam persyaratan bisinis di dalam daerah anggota dan dalam tahun tahun setelah perang, untuk membantu membuat masa transisi dari suasana perang ke keadaan ekonomi yang damai.
Peran Bank Dunia di bagi dunia Internasional adalah memberikan pinjaman untuk negara berkembang untuk mengatasi masalah kemiskinan.
Daftar Pustaka



diomi shinegi.blogspot.com. Powered by Blogger.

 

© 2013 Notes That Inspire. All rights resevered. Designed by diomishinegi.blogspot.com

Back To Top